Selasa, 19 Juni 2012

AKU PERGI


Aku terdiam di kota suram malam ini
Berharap senyum itu bangkitkan malam sepi
Detak jam guncang tenang hati
Semakin keras menaik darah namun melemah diri
Seiring waktu cahaya temarang tiba temaram
Suara gaduh diam tergantikan uir-uir malam
Aku masih duduk terdiam entah untuk apa
Abaikan rembulan semakin terang bersinar di puncaknya
Hanya bayangku saja berdiri disini
Menunggu di batas akhir rembulan
Tapi tak jua dia hadir di malam ini
Di malam dimana aku pertama menyapa dunia
Aku menjauh di tempat kau janjikan
Melangkah menuju awal hidup baru merubah segala
Tidurlah indah bersama janji mu sayang
Bermimpilah bersama indahnya malam
Aku tak akan bangunkan kala kau bermimpi indah
Dan saat kau terjaga nanti mimpi itu lupakan yang semestinya
Aku masih akan tetap berdiri dan terus melangkah
Walaupun jejak ku tertinggal di tempat kau janjikan

LONGSOR DI AMBON



AMBON, FAJAR -- Hujan deras yang mengguyur Ambon, Maluku, sejak Senin malam 18 Juni hingga Selasa dini hari 19 Juni, berbuah petaka. Bencana longsor dan banjir menerjang sejumlah wilayah di Kota Ambon. Misalnya, Pulo Gangsa, Skip, Batu Gajah, Galala, Ponegoro, Batumerah, dan Batu Gajah. Banjir juga merendam kawasan Pohon Puleh, Skip Dalam, Batu Mejah, Mardika, dan Paradise.

Ambon Ekspres
(FAJAR Group) melaporkan, longsor yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa berada di belakang Soya, RT 003, RW 04, Kelurahan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sebanyak 12 orang meninggal dunia. Mereka terkubur material longsoran pada pukul 03.40 WIT

Para korban tewas itu adalah Jhoni Manusiwa, 70; Ny Kori Manusiwa, 70; Ny In Manusiwa/Tentua, 43; Kevin Souhoka, 3; Ny Mety Fun, 52; Ny Barbalina Fun, 29; Alisye Kheral, 20; Ovi Kheral, 22; Meyvita Lekatompesy, 2; Alfian Halawane, 13; Swen Anamofa, 13; dan Reni Anamofa, 16.

Bencana itu diawali hujan dan angin kencang sejak Senin malam 18 Juni. Menurut saksi mata Diana Inuhun, 24, sekitar pukul 03.30 WIT dirinya bangun tidur. Nah, saat itu dia mendengar suara gemuruh yang sangat kuat. Bersamaan dengan itu, dia melihat dinding rumahnya pada bagian dapur roboh. Diana langsung membangunkan suaminya dan menyelamatkan dua anaknya untuk keluar dari rumah.

Dua rumah yang di sebelah kediaman Diana tertimbun longsor. Sekitar pukul 04.15 WIT, tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas Maluku serta TNI dan Polri tiba di lokasi. Satu demi satu korban ditemukan.
 
Evakuasi berjalan lambat karena cuaca tidak mendukung serta lokasi sangat sempit. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan pembongkaran material. Posko tanggap bencana disiapkan di beberapa titik untuk meng-update data korban maupun bantuan bagi masyarakat.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, bencana terjadi karena kesalahan penataan ruang dalam mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB). ’’Banyak rumah yang dibangun pada tebing gunung dan bantaran sungai,” terangnya.

Pihaknya telah menugasi dinas tata kota untuk menempatkan papan larangan pada tebing gunung dan bantaran sungai. "Agar masyarakat berhati-hati," kata Richard.
Terkait dengan rencana relokasi, Richard akan membicarakan dengan DPRD Kota Ambon. "Kita butuh lahan dan dana yang cukup untuk melakukan relokasi ini,’’ ujarnya